top of page

FACEBOOK

Knowledge Sharing Visit Kelompok Tani Agroforestri YPF: Belajar Bersama dari Lahan

22 Sep
3 menit membaca

Nginamanu, 22 September 2026 — Yayasan Puge Figo (YPF) melalui Divisi Agronomi menyelenggarakan Knowledge Sharing Visit Kelompok Tani Agroforestri YPFĀ di Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan beberapa kelompok tani agroforestri untuk saling berbagi pengalaman, melihat praktik pengelolaan lahan secara langsung, serta mendiskusikan tantangan yang dihadapi petani dalam menjaga keberlanjutan lahan.


Knowledge Sharing Visit Kelompok Tani Agroforestri YPF: Belajar Bersama dari Lahan

Kegiatan diikuti oleh Kelompok Tani Watu Nitu, Kelompok Tani Napu Tamba, dan kelompok tani RT 07 dari Dusun Malafai, Desa Nginamanu Selatan, yang berkunjung ke Kelompok Tani Lewuraka di Desa NginamanuĀ sebagai kelompok tani tuan rumah.


Knowledge Sharing Visit dirancang sebagai ruang belajar bersama antarpetani. Pengetahuan tidak hanya disampaikan melalui penjelasan formal, tetapi dibangun melalui pengamatan langsung di lahan, percakapan, praktik, dan pengalaman yang dibagikan oleh petani.


Belajar dari Petani untuk Petani

Salah satu pendekatan utama dalam kegiatan ini adalah farmer-to-farmer learning, yaitu pembelajaran dari petani kepada petani.


Kelompok Tani Lewuraka sebagai tuan rumah berbagi pengalaman mengenai pengelolaan lahan agroforestri yang mereka jalankan. Peserta diajak melihat langsung bagaimana tanaman disusun dalam lahan, bagaimana perawatan dilakukan, serta berbagai persoalan yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan agroforestri.


Pendekatan ini memungkinkan pembahasan berlangsung dalam konteks nyata. Ketika menemukan tanaman, kondisi tanah, pola naungan, maupun bagian lahan yang memiliki persoalan tertentu, peserta dapat langsung berdiskusi mengenai pengalaman dan cara penanganannya.


Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat hubungan antara teknik pengelolaan lahan dengan kondisi yang mereka temui sehari-hari.


Menjelajah Agroforestri dan Memahami Keterhubungan Lanskap

Dalam sesi Active Field Trip, peserta menyusuri lahan agroforestri bersama-sama. Tim dari Divisi Agronomi memfasilitasi pembelajaran lapangan melalui beberapa titik pengamatan, termasuk tata ruang ekologis, konservasi tanah, dan pengenalan persoalan hama tanaman.


Di dalam rangkaian jelajah tersebut, Tim Edukasi Ekologi YPF juga mengangkat tema ā€œDari Hutan ke Sawah: Memahami Keterhubungan Lanskap.ā€


Knowledge Sharing Visit Kelompok Tani Agroforestri YPF: Belajar Bersama dari Lahan

Melalui permainan dan diskusi sederhana, peserta diajak melihat hubungan antara tanaman lokal, tanah, air, satwa, hutan, kebun agroforestri, dan sawah. Peserta juga diajak membayangkan apa yang terjadi ketika salah satu bagian dari ekosistem tersebut hilang.


Pembelajaran kemudian diarahkan pada pemahaman bahwa ekosistem tidak berdiri sendiri. Hutan sekunder, misalnya, bukan hanya kumpulan pohon, tetapi ruang yang mempertemukan berbagai unsur seperti tanah, air, serangga, burung, tumbuhan, dan manusia.


Keterhubungan tersebut juga terlihat pada hubungan antara hutan, mata air, sungai, agroforestri, dan sawah. Air, satwa, serangga, biji tanaman, dan manusia dapat bergerak di antara ruang-ruang tersebut. Karena itu, pengelolaan satu bagian lanskap dapat memengaruhi bagian lainnya.


Sarasehan Membahas Tantangan dan Pengelolaan Kelompok

Setelah kegiatan lapangan, peserta mengikuti sarasehan dan sharing sessionĀ secara lesehan. Sesi ini menjadi ruang bagi kelompok tani tuan rumah dan kelompok pengunjung untuk membagikan pengalaman masing-masing.


Kelompok Tani Lewuraka menceritakan pengalaman dalam mengelola lahan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi. Sementara itu, kelompok tani pengunjung menyampaikan kondisi dan persoalan yang mereka temui di wilayah masing-masing.


Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan tanaman, tetapi juga menyentuh pengelolaan kelompok, keberlanjutan perawatan lahan, pemanfaatan tanaman sela, akses pasar, serta peluang pengembangan dan pengolahan hasil pertanian.


Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian penting untuk melihat bahwa setiap kelompok memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda, tetapi terdapat pula persoalan yang dapat dipelajari dan dicari solusinya secara bersama.


Berbagi Keterampilan melalui Praktik Langsung

Selain diskusi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik bersama atau hands-on skill. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknik penyambungan atau graftingĀ pada bibit tanaman agroforestri.


Knowledge Sharing Visit Kelompok Tani Agroforestri YPF: Belajar Bersama dari Lahan

Praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada petani mengenai salah satu teknik pengembangan bibit unggul yang dapat mendukung pengelolaan tanaman produktif dalam sistem agroforestri.


Pembelajaran melalui praktik menjadi bagian dari pendekatan kegiatan yang menempatkan pengalaman lapangan sebagai sumber pengetahuan bersama.


Menanam Pohon sebagai Bagian dari Komitmen Bersama

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan aksi penanaman pohon bersama yang melibatkan peserta, Tim Agronomi, dan Divisi Reforestasi YPF.


Knowledge Sharing Visit Kelompok Tani Agroforestri YPF: Belajar Bersama dari Lahan

Penanaman ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kelompok tani dan praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Pohon yang ditanam juga menjadi pengingat bahwa proses membangun agroforestri membutuhkan waktu, perawatan, dan keterlibatan bersama.


Kegiatan diakhiri dengan penjelasan mengenai kalender kegiatan tahunan, foto bersama, dan doa penutup.


Memperkuat Jaringan Antar-Kelompok Tani

Knowledge Sharing Visit diharapkan menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi antar-kelompok tani agroforestri YPF. Melalui pertemuan langsung, petani tidak hanya memperoleh informasi dari kelompok lain, tetapi juga dapat membangun hubungan yang memungkinkan terjadinya komunikasi dan konsultasi setelah kegiatan selesai.


Bagi YPF, pembelajaran antarpetani merupakan bagian dari proses pendampingan yang menempatkan pengalaman masyarakat sebagai salah satu sumber penting dalam pengembangan agroforestri.


Dari lahan ke lahan, pengetahuan dapat berpindah melalui percakapan, pengamatan, praktik, dan pengalaman. Proses tersebut menjadi dasar untuk membangun pengelolaan agroforestri yang lebih terhubung dengan kondisi lingkungan, kebutuhan petani, dan keberlanjutan lanskap di wilayah Nginamanu dan sekitarnya.

Komentar


POSTINGAN TERBARU

leaves Yayasan Puge Figo
Leave green Puge Figo
Rectangle white Puge Figo
Logo Yayasan Puge Figo Putih

DIBALIK POHON, MANUSIA

DAPATKAN NOTIFIKASI ARTIKEL
DAN BERITA KAMI

Terimakasih! Nantikan berita dan artikel Puge Figo

SOSIAL MEDIA 

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Whatsapp
ornamen dekoratif footer yayasan Puge Figo

© 2025, Divisi Komunikasi | Yayasan Puge Figo Made With Love šŸ’–

bottom of page