top of page

FACEBOOK

Belajar Agroforestry di Tengah Keterbatasan, Siswa SDN Ize Menggambar Kebun Impian

26 menit yang lalu
3 menit membaca

Nginamanu Barat, Flores — Siswa kelas 5 dan 6 SDN Ize, Desa Nginamanu Barat, mengikuti kegiatan edukasi lingkungan bersama Yayasan Puge Figo pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan kali ini memperkenalkan konsep agroforestry atau tumpang sari dengan cara yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Belajar Agroforestry di SDN Ize, Nginamanu Barat

Kegiatan berlangsung di tengah kondisi belajar yang berbeda dari biasanya. Gedung SDN Ize mengalami keretakan akibat gempa sehingga selama kurang lebih dua minggu terakhir, kegiatan pembelajaran dilakukan menggunakan tenda darurat yang didirikan di luar gedung sekolah.


Dalam kegiatan tersebut, tim Edukasi Yayasan Puge Figo mengajak siswa memahami bagaimana pohon, tanaman pertanian, tanah, air, dan hewan dapat saling berhubungan dalam satu sistem kebun. Materi disampaikan menggunakan bahasa dan contoh yang sederhana agar dapat dipahami sesuai dengan usia siswa.


Agroforestry diperkenalkan sebagai cara mengelola lahan dengan menggabungkan berbagai jenis tanaman, terutama pohon dan tanaman pertanian, dalam satu ruang. Dalam sistem seperti ini, keberadaan berbagai unsur tidak berdiri sendiri. Pohon dapat memberikan naungan, membantu menjaga kondisi tanah, menyediakan bahan organik, serta menjadi bagian dari habitat bagi berbagai organisme. Sementara tanaman pertanian memberikan hasil yang dapat dimanfaatkan masyarakat.


Tim juga menjelaskan bahwa kebun yang memiliki beragam jenis tanaman dapat membentuk lingkungan yang lebih heterogen dibandingkan lahan yang hanya ditanami satu jenis tanaman. Di dalamnya terdapat hubungan antara tanaman, pohon, tanah, air, dan hewan yang bersama-sama membentuk sebuah ekosistem.


Dari Materi ke Gambar

Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diminta menggambar kebun agroforestry berdasarkan pemahaman dan bayangan mereka sendiri. Mereka diberikan ruang untuk menentukan seperti apa kebun yang mereka inginkan setelah memahami prinsip dasar agroforestry.


edukasi agroforestry SDN Ize

Kegiatan menggambar ini tidak hanya bertujuan menghasilkan sebuah gambar. Bagi siswa, proses tersebut menjadi cara untuk mengubah materi yang baru mereka terima menjadi gagasan yang dapat mereka lihat dan jelaskan.


Melalui gambar, siswa dapat menunjukkan tanaman apa yang ingin mereka tanam, bagaimana posisi pohon dan tanaman lain dalam kebun, serta unsur lain yang menurut mereka penting untuk ada di dalamnya. Proses ini juga membantu tim melihat sejauh mana siswa menangkap hubungan antara berbagai unsur dalam agroforestry.


Setelah selesai menggambar, masing-masing siswa diberi kesempatan untuk menjelaskan gambar mereka. Mereka menceritakan apa yang terdapat di dalam kebun yang mereka buat dan alasan di balik pilihan tersebut.


Belajar Agroforestry di SDN Ize, Nginamanu Barat

Pendekatan seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolahnya kembali dengan cara mereka sendiri. Kegiatan menjelaskan gambar juga melatih keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan menghubungkan materi dengan lingkungan sekitar, serta kemampuan melihat hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya.


Menghubungkan Edukasi dengan Praktik di Desa

Pengenalan agroforestry kepada siswa SDN Ize juga memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan Yayasan Puge Figo di desa tersebut. Program agroforestry telah berjalan melalui Divisi Agronomy bersama kelompok tani di Nginamanu Barat.


Dengan demikian, materi yang diperkenalkan kepada siswa bukan merupakan pengetahuan yang berdiri sendiri. Konsep yang mereka pelajari di sekolah memiliki contoh penerapan yang dapat ditemukan di lingkungan masyarakat mereka sendiri.


Pengenalan sejak usia sekolah menjadi penting karena anak-anak berada pada tahap ketika pemahaman mengenai lingkungan, tumbuhan, tanah, air, dan hubungan antarmakhluk hidup mulai dapat dibangun melalui pengalaman yang konkret. Ketika konsep tersebut dikaitkan dengan kebun dan lingkungan yang mereka kenal, agroforestry menjadi lebih mudah dipahami daripada jika hanya disampaikan sebagai teori.


Yayasan Puge Figo memilih pendekatan yang sederhana dan sesuai dengan usia siswa. Materi tidak disampaikan seperti materi perkuliahan, melainkan melalui penjelasan singkat, contoh yang dekat dengan kehidupan mereka, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas menggambar dan bercerita.


Kegiatan edukasi di SDN Ize dilaksanakan secara rutin satu kali dalam seminggu, setiap hari Jumat, sebagai bagian dari upaya Yayasan Puge Figo memperkenalkan pengetahuan ekologis kepada anak-anak melalui proses belajar yang bertahap dan kontekstual.


Melalui kegiatan tersebut, agroforestry tidak hanya dikenalkan sebagai teknik mengelola lahan, tetapi juga sebagai cara memahami bahwa kebun merupakan ruang yang terdiri dari banyak unsur yang saling berhubungan.

Komentar


POSTINGAN TERBARU

leaves Yayasan Puge Figo
Leave green Puge Figo
Rectangle white Puge Figo
Logo Yayasan Puge Figo Putih

DIBALIK POHON, MANUSIA

DAPATKAN NOTIFIKASI ARTIKEL
DAN BERITA KAMI

Terimakasih! Nantikan berita dan artikel Puge Figo

SOSIAL MEDIA 

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Whatsapp
ornamen dekoratif footer yayasan Puge Figo

© 2025, Divisi Komunikasi | Yayasan Puge Figo Made With Love šŸ’–

bottom of page