top of page

FACEBOOK

Belajar dari Lahan Petani: Pertemuan Kelompok Tani di Demplot Agroforestri Seki Muri

9 menit yang lalu
2 menit membaca

Setiap lahan memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Pengalaman mengelolanya dapat menjadi sumber pembelajaran bagi petani lain, terutama ketika mereka memiliki kesempatan untuk melihat langsung cara kelompok tani lain mengembangkan lahannya.


Demplot Agroforestri Seki Muri

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari program Knowledge Sharing VisitĀ yang kembali mempertemukan kelompok tani dampingan Yayasan Puge Figo (YPF). Kali ini, kegiatan berlangsung di Ize, Desa Nginamanu Barat, dengan melibatkan Kelompok Tani Se Ate dari Desa Nginamanu Barat dan Kelompok Waris dari Desa Turalo'a. Kedua kelompok mengunjungi demplot agroforestri milik Kelompok Tani Seki Muri.


Melalui kunjungan ini, para petani memiliki kesempatan untuk mengenal pengelolaan agroforestri dari sudut pandang kelompok lain sekaligus bertukar pengalaman berdasarkan kondisi lahan yang mereka hadapi sehari-hari.


Demplot sebagai Tempat Belajar Bersama

Dalam pengelolaan lahan, pengetahuan tidak selalu diperoleh melalui pelatihan formal. Pengamatan langsung dan percakapan dengan petani yang mengelola lahan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai praktik yang diterapkan.


Demplot Agroforestri Seki Muri

Demplot agroforestri Kelompok Tani Seki Muri menjadi lokasi bagi peserta untuk melihat secara langsung pengelolaan lahan oleh kelompok lain. Bagi Kelompok Se Ate dan Kelompok Waris, kunjungan ini membuka ruang untuk mengamati kondisi demplot serta menggali pengalaman dari kelompok yang mengelolanya.


Pengamatan di lapangan juga memberi konteks pada setiap pembicaraan. Kondisi tanaman, susunan lahan, dan praktik pemeliharaan dapat menjadi bahan pertanyaan maupun diskusi yang berkaitan dengan pengalaman para peserta.

Dengan demikian, demplot tidak hanya berfungsi sebagai lahan percontohan, tetapi juga sebagai tempat bertemunya pengetahuan yang berkembang dari pengalaman petani.


Pengalaman Berbeda, Kesempatan untuk Bertukar Pengetahuan

Kelompok tani yang berasal dari desa berbeda dapat menghadapi kondisi lahan dan persoalan yang tidak selalu sama. Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang dapat memperkaya proses belajar bersama.


Demplot Agroforestri Seki Muri

Melalui pertemuan di demplot Seki Muri, peserta memiliki ruang untuk mengenal pengalaman kelompok lain dalam mengelola agroforestri. Hal-hal yang diamati di lapangan dapat menjadi bahan untuk bertanya, membandingkan pengalaman, dan mendiskusikan kemungkinan penerapannya pada lahan masing-masing.


Proses ini sejalan dengan pendekatan farmer-to-farmer learning, yaitu pembelajaran antarpetani yang menempatkan pengalaman mereka sebagai sumber pengetahuan. Petani tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat menyampaikan apa yang telah mereka pelajari dari lahan sendiri.


Pendekatan tersebut penting karena praktik pengelolaan lahan perlu dipahami berdasarkan kondisi setempat. Pengalaman dari satu lokasi dapat memberikan inspirasi, tetapi penerapannya tetap perlu mempertimbangkan keadaan lahan, jenis tanaman, ketersediaan sumber daya, dan kemampuan kelompok yang akan menjalankannya.


Menghubungkan Pembelajaran dengan Pengelolaan Lahan

Kunjungan ke demplot menjadi salah satu cara untuk mendekatkan pembelajaran dengan praktik sehari-hari. Apa yang dilihat peserta dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pengelolaan lahan mereka sendiri, sekaligus membuka kemungkinan untuk mencoba pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.


Demplot Agroforestri Seki Muri

Bagi kelompok tani, kesempatan untuk saling mengunjungi juga memberi ruang untuk membangun komunikasi di luar kelompok sendiri. Hubungan ini dapat mendukung pertukaran informasi ketika petani menghadapi persoalan dalam pemeliharaan tanaman maupun pengembangan lahan agroforestri.


Melalui program Knowledge Sharing Visit, YPF memfasilitasi pertemuan antar kelompok tani agar pengalaman yang dimiliki setiap kelompok dapat dibagikan dan dipelajari bersama.


Kunjungan Kelompok Se Ate dan Kelompok Waris ke demplot agroforestri Kelompok Tani Seki Muri di Ize menjadi bagian dari proses tersebut. Pembelajaran dibangun melalui perjumpaan langsung dengan lahan dan petani yang mengelolanya, sehingga pengetahuan tidak berhenti pada penjelasan, tetapi memiliki konteks nyata yang dapat dipelajari kembali oleh setiap kelompok.

Komentar


POSTINGAN TERBARU

leaves Yayasan Puge Figo
Leave green Puge Figo
Rectangle white Puge Figo
Logo Yayasan Puge Figo Putih

DIBALIK POHON, MANUSIA

DAPATKAN NOTIFIKASI ARTIKEL
DAN BERITA KAMI

Terimakasih! Nantikan berita dan artikel Puge Figo

SOSIAL MEDIA 

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Whatsapp
ornamen dekoratif footer yayasan Puge Figo

© 2025, Divisi Komunikasi | Yayasan Puge Figo Made With Love šŸ’–

bottom of page