top of page

FACEBOOK

Petani Nilam Papa Widi Dengan Harapan Baru di Panen Kedua




ree

Desa Leguderu, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, 22 April 2025 – Yohanes Donbosco Meo, salah satu tokoh petani dari Kelompok Tani Papa widi, berbagi kisah tentang bagaimana perjalanan mereka membudidayakan nilam sejak Desember 2023 telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan ekonomi kelompoknya. Dengan dukungan dari Yayasan Puge Figo, mereka berhasil menjalankan dua kali panen meski dihadang tantangan cuaca.

Panen pertama pada Juni 2024 menghasilkan 1,5 ton nilam berkualitas, disusul panen kedua pada 22 April 2025 yang mencapai 2 ton, meski tertunda dari rencana semula di bulan Januari akibat intensitas hujan yang tinggi. Kondisi ini memaksa petani untuk lebih cermat dalam menerapkan teknik budidaya dan pengelolaan lahan agar tetap produktif di tengah tantangan iklim.


“Pendampingan dari Yayasan Puge Figo sangat membantu kami, terutama dalam hal teknik budidaya yang benar dan pengelolaan panen,” ujar Yohanes. Menurutnya, cara budidaya nilam yang diperkenalkan yayasan menjadi pedoman penting dalam setiap tahap—mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit unggul, pemupukan organik, pengendalian hama terpadu, hingga proses panen dan penyulingan.Program agroforestri yang diusung tidak hanya fokus pada nilam, tapi juga mencakup tanaman hortikultura dan tanaman keras lainnya. Model ini terbukti sesuai dengan kondisi geografis dan sosial-ekonomi masyarakat Desa Leguderu, yang selama ini mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber penghidupan utama.

Dengan pendekatan yang berkelanjutan, petani tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan dari minyak nilam, tetapi juga belajar tentang diversifikasi pertanian, konservasi tanah dan air, serta pentingnya menjaga ekosistem lokal. “Kami merasa cocok dengan pendekatan ini karena tidak hanya bicara tentang keuntungan ekonomi, tapi juga menjaga lingkungan kami tetap lestari,” tambah Yohanes.


ree

Keberhasilan panen nilam ini menjadi contoh bagaimana teknologi tepat guna dan pendampingan yang konsisten bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Kelompok tani papa widi kini berharap agar kerja sama dengan Yayasan Puge Figo bisa terus diperkuat, bahkan diperluas ke kelompok tani lain di Nagekeo.

Mereka juga mendorong adanya pelatihan lanjutan, perluasan pasar untuk minyak nilam hasil produksi lokal, dan penguatan kelembagaan petani agar mampu berdaya secara mandiri di masa depan. Dengan semangat gotong royong dan komitmen pada pertanian berkelanjutan, masyarakat Desa Leguderu menunjukkan bahwa transformasi nyata bisa dimulai dari ladang-ladang kecil di kampung sendiri.


Komentar


POSTINGAN TERBARU

PRODUK KAMI

MINYAK ATSIRI SEREH DAPUR

Membantu mengatasi dermatosis (masalah kulit) seperti eksem, mikosis, herpes (mulut dan kelamin) Melawan selulit (kelebihan lemak tubuh).

leaves Yayasan Puge Figo
Leave green Puge Figo
Rectangle white Puge Figo
Logo Yayasan Puge Figo Putih

DIBALIK POHON, MANUSIA

DAPATKAN NOTIFIKASI ARTIKEL
DAN BERITA KAMI

Terimakasih! Nantikan berita dan artikel Puge Figo

SOSIAL MEDIA 

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Whatsapp
ornamen dekoratif footer yayasan Puge Figo

© 2025, Divisi Komunikasi | Yayasan Puge Figo Made With Love 💖

bottom of page