top of page

FACEBOOK

Edukasi Ekologi di SDI Malafai: Menggali Makna Lewa Lizu

11 Des 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 2 hari yang lalu

Kegiatan Edukasi yang Menyenangkan


Divisi Edukasi Ekologi Yayasan Puge Figo kembali melaksanakan kegiatan edukatif bagi anak-anak sekolah dasar. Kali ini, kegiatan berlangsung di SDI Malafai, Kecamatan Wolomeze. Kegiatan edukasi ekologi kali ini sangat istimewa dan menyenangkan. Anak-anak, khususnya kelas IV dan V, diajak belajar melalui mitos atau cerita rakyat yang berjudul Lewa Lizu. Cerita ini dibawakan oleh Bapak Sius Nende sebagai narasumber.


Cerita mitos ini bukan hanya warisan budaya nenek moyang, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengenalkan hubungan manusia dengan alam melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.


Lewa Lizu: Menapaki Tangga ke Langit


Lewa Lizu berdasarkan bahasa daerah setempat berarti “Tangga Ke Langit”. Kisah ini menceritakan bahwa pada zaman dahulu, nenek moyang memiliki keinginan besar untuk mencapai langit. Mereka penasaran tentang kehidupan di atas langit dan apa saja yang ada di sana. Dengan tekad yang kuat, mereka berencana untuk menembus langit dengan cara membuat sebuah tangga.


Mereka mulai menyusun batu satu demi satu dari bumi membentuk sebuah tangga. Namun, di tengah proses penyusunan batu-batu tersebut, muncul perbedaan pendapat di antara mereka. Satu demi satu orang mulai bertengkar untuk menentukan model dan arah tangga. Perdebatan dan pertengkaran terus berlanjut. Orang-orang tidak lagi berfokus pada penyusunan batu, hingga batu-batu yang sudah tersusun tinggi dan hampir menembus langit runtuh di tengah perdebatan yang terjadi. Seketika, keinginan untuk menembus langit pun sirna.


Pesan Moral dalam Lewa Lizu


Lewa Lizu tidak hanya sekadar mitos lama. Di dalamnya tersimpan pesan penting tentang persatuan, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu yang positif. Bagi anak-anak, kegiatan berbagi mitos seperti ini membantu mereka mengenal budaya daerah sekaligus menanam karakter yang baik sejak dini.


Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak semangat dan penasaran tentang mitos tersebut. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak berdiskusi: mengapa batu-batu bisa runtuh? Apa yang bisa kita pelajari dari alam dan kerja sama? Anak-anak menjawab dengan polosnya, “Kita harus rukun dan bekerja sama supaya berhasil.”


Hubungan Manusia dan Alam


Kisah yang tersirat dalam Lewa Lizu juga mengajarkan kita bahwa manusia dan alam saling berhubungan. Selayaknya batu-batu tersusun dengan seimbang agar tangga tetap berdiri kokoh, manusia pun harus menjaga keseimbangan dalam hidup “manusia-alam-pencipta”. Runtuhnya batu-batu menjadi simbol ketidakharmonisan antara manusia dan alam.


Ketika manusia kehilangan rasa kebersamaan dan keseimbangan, alam pun bisa menjadi tidak stabil. Alam akan tetap kuat, lestari, dan aman ketika manusia mampu bertindak secara bijak dan bekerja sama.


Mengapa Edukasi Ekologi Penting?


Edukasi ekologi sangat penting untuk generasi muda. Dengan memahami hubungan antara manusia dan alam, anak-anak dapat belajar untuk menghargai lingkungan. Mereka akan lebih sadar akan pentingnya menjaga alam dan berkontribusi dalam pelestariannya.


Kegiatan seperti ini juga dapat membangun rasa cinta terhadap lingkungan. Ketika anak-anak terlibat dalam diskusi dan aktivitas, mereka akan lebih mudah memahami konsep-konsep yang diajarkan.


Keterlibatan Komunitas dalam Pelestarian Alam


Keterlibatan komunitas sangat penting dalam upaya pelestarian alam. Dengan melibatkan orang-orang di sekitar, kita dapat menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keseimbangan alam.


Yayasan Puge Figo berkomitmen untuk menjadi kekuatan utama dalam restorasi ekologi dan pemberdayaan masyarakat di Flores, Indonesia. Kami ingin memperluas jangkauan, memulihkan lebih banyak lahan, dan membangun hubungan yang lebih dalam antara manusia dan alam untuk masa depan yang berkelanjutan.


Kesimpulan


Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kita dapat menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak. Dengan memahami dan menghargai budaya serta lingkungan, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab. Mari kita terus mendukung kegiatan edukasi ekologi dan berkontribusi dalam menjaga alam untuk generasi mendatang.


Dengan demikian, kita semua dapat berperan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

2 Komentar


I really liked how this article explained the benefits of a communication software platform. It made complex ideas simple and showed how businesses can improve engagement efficiently.

Suka

I found this post really meaningful, especially how it explains that the Lewa Lizu myth teaches people to respect and protect nature through stories. It reminded me of a time during my studies when I felt overwhelmed and even needed help with assignment just to keep up while learning ideas like this. Many traditional myths actually guide people to care for the environment and live responsibly . It shows how culture can quietly teach us to protect nature.

Suka

POSTINGAN TERBARU

leaves Yayasan Puge Figo
Leave green Puge Figo
Rectangle white Puge Figo
Logo Yayasan Puge Figo Putih

DIBALIK POHON, MANUSIA

DAPATKAN NOTIFIKASI ARTIKEL
DAN BERITA KAMI

Terimakasih! Nantikan berita dan artikel Puge Figo

SOSIAL MEDIA 

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Whatsapp
ornamen dekoratif footer yayasan Puge Figo

© 2025, Divisi Komunikasi | Yayasan Puge Figo Made With Love 💖

bottom of page