

Pelatihan Pembuatan EMB dan Pupuk Kompos bagi Kelompok Petani P3A Maladoro dan P3A Pomarera di Desa Denatana Timur
Pada tanggal 17 Juni 2026, Yayasan Puge Figo melalui Divisi Agronomi menyelenggarakan pelatihan pembuatan Effective Microorganism Bioaktivator (EMB) dan pupuk kompos bagi anggota P3A Maladoro dan P3A Pomarera di Desa Denatana Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Agroekologi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Pelatihan ini menggabungkan


Monitoring Perlindungan Kawasan Mata Air Ino dan Mata Air Galawae di Desa Denatana Timur: Menjaga Sumber Kehidupan untuk Generasi Mendatang
Pada Juni 2026, tim Divisi Reforestasi Yayasan Puge Figo melakukan kegiatan monitoring terhadap kawasan Mata Air Ino dan Mata Air Galawae yang berada di Desa Denatana Timur. Monitoring dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan tanaman hasil penanaman tahun 2024 serta menilai kondisi ekologis kawasan setelah dua tahun intervensi konservasi dilakukan.


SDK Keja Resmi Menjadi Sekolah Mandiri Ekologi, Tonggak Baru Pendidikan Lingkungan di Desa Turaloa
Kegiatan launching tersebut menjadi penanda bahwa SDK Keja telah memasuki tahap baru dalam perjalanan pendidikan ekologinya. Setelah menyelesaikan 12 tema pembelajaran ekologi bersama Yayasan Puge Figo, sekolah ini dinilai memiliki kesiapan untuk melanjutkan program secara mandiri dan berkelanjutan.


NILAI LINGKUNGAN DARI MITOS LEWA LIZU
Divisi Edukasi Ekologi Yayasan Puge Figo, kembali melaksanakan kegiatan edukatif bagi anak-anak sekolah dasar, tepatnya di SDI Malafai, Kecamatan Wolomeze. Kegiatan edukasi ekologi kali sangat istimewa dan menyenangkan. Kali ini, anak-anak khususnya kelas IV dan V diajak belajar melalui mitos atau cerita rakyat yang berjudul Lewa Lizu . Cerita ini dibawakan oleh Bapak Sius Nende sebagai narasumber. Cerita mitos ini bukan hanya warisan budaya nenek moyang tetapi juga sebagai b


Belajar dari Sumatera: Orang Muda Ize dan Yayasan Puge Figo Menanam Harapan di Mata Air Wegeski
Kerusakan ekosistem di Indonesia seperti deforestasi masif di Sumatera, menjadi cermin rapuhnya hubungan manusia dengan alam. Apa yang terjadi di sana menunjukkan bahwa ketika hutan hilang, masyarakat menanggung akibatnya: krisis air, longsor, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Cermin ini mengingatkan kita di Flores agar tidak menunggu musibah datang sebelum bergerak. Berangkat dari kesadaran itu, pada Jumat, 5 Desember, Yayasan Puge Figo bersama Orang Muda Katolik (OMK) Iz






Komentar