top of page

FACEBOOK

Menjaga Mata Air Ae Ino dan Ae Bola melalui Penanaman 100 Anakan di Denatana Timur

Denatana Timur, Ngada, Flores - Sebanyak 100 anakan ditanam di sekitar mata air Ae Ino dan Ae Bola, Desa Denatana Timur, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, pada 13 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya air di wilayah Kecamatan Wolomeze.


Penanaman 100 Anakan di Denatana Timur

Kegiatan penanaman diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Tingkat Kecamatan Wolomeze bekerja sama dengan Yayasan Puge Figo. Sebanyak 55 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari pegawai pemerintah Kecamatan Wolomeze, para kepala desa se-Kecamatan Wolomeze, guru, serta anak-anak sekolah.


Penanaman dilakukan di dua lokasi mata air, yaitu Ae Ino dan Ae Bola. Masing-masing lokasi mendapatkan 50 anakan sehingga total terdapat 100 anakan yang ditanam.


Menanam di sumber air yang dimanfaatkan warga

Pemilihan Ae Ino dan Ae Bola sebagai lokasi penanaman berkaitan erat dengan manfaat kedua mata air tersebut bagi masyarakat Desa Denatana Timur.


Mata air Ae Ino dimanfaatkan warga untuk mendukung kebutuhan irigasi areal persawahan. Selain itu, air dari mata air ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air minum bagi ternak. Sementara itu, Ae Bola dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu sumber air bersih yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi warga.


Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan mata air memiliki hubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, menjaga kawasan di sekitar sumber mata air menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan ketersediaan dan keberlanjutan sumber air.


Penanaman vegetasi di sekitar mata air diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan dan tanah di kawasan sumber air. Vegetasi juga berperan dalam mempertahankan kelembapan tanah serta mendukung kondisi ekologis di sekitar mata air.


Pesan untuk menjaga sumber-sumber mata air

Sebelum kegiatan penanaman dimulai, Camat Wolomeze menyampaikan pesan kepada seluruh peserta yang hadir agar tetap setia melestarikan dan menjaga sumber-sumber mata air yang ada di wilayah Kecamatan Wolomeze.


Penanaman 100 Anakan di Denatana Timur

Pesan tersebut menekankan bahwa perlindungan mata air perlu dilakukan secara bersama-sama agar sumber-sumber air tetap terlindungi dari berbagai tindakan yang dapat merusak lingkungan di sekitarnya.


Memasuki musim panas, Camat juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan. Kondisi musim kering dapat meningkatkan risiko kebakaran yang tidak hanya mengancam vegetasi, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi lingkungan dan sumber-sumber air.


Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan penanaman. Penanaman anakan di sekitar mata air perlu berjalan bersama dengan upaya mencegah kerusakan lingkungan, termasuk menjaga kawasan dari kebakaran.


Dilaksanakan pada musim panas

Penanaman dilakukan pada 13 Agustus, ketika wilayah tersebut sedang memasuki musim panas. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan penanaman karena ketersediaan air dan kelembapan tanah dapat memengaruhi kemampuan anakan untuk beradaptasi setelah ditanam.


Untuk mengurangi risiko tersebut, penanaman di Ae Ino dan Ae Bola dilakukan pada areal rembesan air yang masih memiliki kondisi lembap. Lokasi tersebut dipilih agar anakan memperoleh kondisi awal yang lebih mendukung setelah ditanam.


Penanaman 100 Anakan di Denatana Timur

Meski demikian, kondisi lembap pada saat penanaman tidak dapat menjadi jaminan bahwa seluruh anakan akan bertahan hidup. Keberhasilan pertumbuhan tanaman tetap dipengaruhi oleh kondisi masing-masing anakan, kelembapan tanah, gangguan ternak, kondisi cuaca, serta pemeliharaan setelah penanaman.


Karena itu, kegiatan penanaman perlu dilanjutkan dengan pemantauan dan perawatan. Terutama pada musim panas, tanaman yang baru ditanam perlu diperhatikan perkembangannya untuk mengetahui apakah terdapat anakan yang mengalami kekeringan, kerusakan, atau membutuhkan tindakan lanjutan.


Tujuh jenis anakan ditanam

Sebanyak tujuh jenis anakan ditanam dalam kegiatan ini. Jenis dan jumlahnya terdiri dari:

  • Beringin: 30 anakan

  • Gayam: 15 anakan

  • Ara: 10 anakan

  • Pinang: 15 anakan

  • Pandan Pundak: 10 anakan

  • Kenari: 10 anakan

  • Lele: 10 anakan


Secara keseluruhan terdapat 100 anakan, dengan pembagian masing-masing 50 anakan untuk mata air Ae Ino dan 50 anakan untuk mata air Ae Bola.


Keberagaman jenis tanaman yang digunakan diharapkan dapat mendukung terbentuknya vegetasi yang lebih beragam di sekitar kawasan mata air.

Penempatan tanaman di lapangan juga perlu memperhatikan kondisi masing-masing lokasi agar tanaman dapat berkembang sesuai dengan karakter habitatnya.


Melibatkan berbagai unsur di Kecamatan Wolomeze

Kegiatan penanaman melibatkan berbagai unsur di Kecamatan Wolomeze. Sebanyak 55 peserta terdiri dari pegawai pemerintah kecamatan, para kepala desa se-Kecamatan Wolomeze, guru, dan anak sekolah.


Penanaman 100 Anakan di Denatana Timur

Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber air. Perlindungan mata air tidak hanya membutuhkan kegiatan penanaman, tetapi juga kepedulian untuk menjaga lingkungan di sekitarnya dari berbagai bentuk kerusakan.


Bagi masyarakat, keberadaan Ae Ino dan Ae Bola memiliki manfaat yang nyata. Ae Ino mendukung kebutuhan pertanian dan ternak, sedangkan Ae Bola menjadi sumber air bersih yang digunakan masyarakat. Dengan fungsi tersebut, keberlanjutan kedua mata air perlu menjadi perhatian bersama.


Bagi anak-anak sekolah yang turut hadir, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan di sekitar mereka.


Menjaga mata air membutuhkan keberlanjutan

Penanaman 100 anakan di Ae Ino dan Ae Bola merupakan salah satu langkah untuk mendukung perlindungan sumber air di Desa Denatana Timur. Namun, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah anakan yang ditanam pada satu hari kegiatan.


Pemeliharaan, pemantauan, serta perlindungan kawasan dari berbagai gangguan akan menjadi bagian penting untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.


penanaman di mata air Ae Ino dan Ae Bola

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kawasan mata air dari ancaman kebakaran. Memasuki musim panas, pencegahan pembakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab bersama agar vegetasi yang telah tumbuh dan sumber-sumber mata air tetap terlindungi.


Melalui kegiatan yang dilaksanakan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, dan Yayasan Puge Figo ini, harapannya kepedulian terhadap sumber air dapat terus tumbuh di tingkat masyarakat.


Ae Ino dan Ae Bola merupakan bagian dari sumber daya alam yang dimanfaatkan masyarakat setiap hari. Menjaga keduanya berarti menjaga salah satu sumber kehidupan yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat saat ini dan diharapkan tetap tersedia bagi generasi yang akan datang.

Komentar


POSTINGAN TERBARU

leaves Yayasan Puge Figo
Leave green Puge Figo
Rectangle white Puge Figo
Logo Yayasan Puge Figo Putih

DIBALIK POHON, MANUSIA

DAPATKAN NOTIFIKASI ARTIKEL
DAN BERITA KAMI

Terimakasih! Nantikan berita dan artikel Puge Figo

SOSIAL MEDIA 

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Whatsapp
ornamen dekoratif footer yayasan Puge Figo

© 2025, Divisi Komunikasi | Yayasan Puge Figo Made With Love 💖

bottom of page